10 Desa Bebas Asap Rokok

asap rokok memang kadang mengganggu orang lain didekatnya yang tidak merokok, kalau sesama perokok mungkin menjadi suatu hal yang biasa, tapi bagaimana dengan yang tidak merokok ? Pasti sangat menganggu bagi yang tidal merokok atau y6ang sedang berada di sekelilingnya, bahkan lebih bahaya perokok pasif daripada perokok Aktif .

Berikut ini akan sedikit informasi tentang 10 Desa Bebas Asap Rokok Di Indonesia :

  1. Desa Sitiung, Sumatera Barat

Nagari (Desa) Sitiung merupakan desa pertama di Indonesia yang di kategorikan sebagai desa bebas asap rokok. Desa yang terletak di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, ini melarang warganya untuk merokok. Warga yang tertangkap basah  merokok di tempa tumum maupun di sembarangan tempat akan diberikan sanksi tegas dari aparat desa dan seluruh warga desa tersebut.

Tidak hanya melarang warganya untuk merokok, Pemerintah Nagari Sitiung juga memberikan penghargaan kepada warga nya yang semula merokoknamun ia berusaha dan dapat berhenti untuk merokok.

Wali Nagari (Kepala Desa) Sitiung, Syarifuddin, yang ditemui seusai memberikan penghargaan kepada warga nya yang berhenti merokok, mengatakan, pemerintah desa dan masyarakat telah sepakat membuat peraturan desa, yakni larangan untuk merokok bagi masyarakat di tempat umum  dan di sembarang tempat dan menetapkan bahwa desa nya  kawasan bebas asap rokok

desa bulaksari 7 desa gemawang desa ngunut desa sitiung desa-cikidang-bersih dusun bone bone dusun kunden dusun muhajirun dusun sarirejo

 

 

 

 

 

 

2.Desa Bulak Sari, Jawa    Timur

 

 

Di sebuah Kampung Bulaksari 7 di ceruk Kecamatan Mampir, Surabaya, suasana begitu tenang dan asri pada siang hari. Terlihat beberapa orang yang berada di rumah sedang memamfaatkan surat kabar lama, kotak-kotak serta beberapa ikat naskah majalah di halaman  rumah. Mereka semua akan membawa ikatan kertas-kertas lama ini ke pekan untuk dijual kemudian hasil jualan ini akan disalurkan ke dalam dana untuk membangun kampun mereka.

Di kawasan lain terlihat sekumpulan pria yang sedang membersihkan longkang, memotong rumput serta menanam bunga sebagai hiasan. Mulai dari pria maupun wanita, masing-masing tidak boleh pelit tenaga membanting tulang bersama-sama untuk menjadikan kampong mereka sebagai kampong yang indah dan nyaman.

Ya, seluruh warga  Surabaya dan warga sekitar Jawa mengetahui tetangga Bulaksari 7 begitu teguh persaudaraan antara mereka. Setiap bulandi antara mereka  ada saja pertemuan antara tetangga untuk bermusyawarah dan bertukar pandang bagaimana untuk membuat kampong mereka semakin indah dan nyaman bagi mereka dan orang lain juga. Dan di kampong ini juga terdapat sebuah warung yang diberi nama ‘Gotong-royong’ yang menjual makanan di mana hasil penjualan nya digunakan untuk membeli peralatan seperti cangkul, benih pokok, sabit dan pelbagai peralatan lain kegunaan penduduk kampung. Dan Karena masyarakat di sini peduli dengan lingkungan, maka di kampong ini di nyatakan bahwa warga nya dilarang untuk merokok. Dan kampunng ini di nobatkan sebagai kampong bebas asap rokok.

3.Desa       Bone-Bone,       Sulawesi   Selatan.

 

Bagi para perokok, secangkir kopi panas biasanya belum cukup menghangatkan tubuh di daerah ketinggian yang berhawa dingin. Rasa menggigil seolah baru benar-benar sirna ketika menghisap rokok. Namun, sugesti itu hanyalah khayalan belaka di kalangan warga Desa Bone-Bone, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang berlokasi di kaki Gunung Latimojong, 1.500 meter dari permukaan laut. Suasana pegunungan yang dingin begitu terasa saat memasuki desa yang berpenduduk 801 jiwa tersebut.

Tanda larangan merokok langsung terpampang pada baliho besar yang berada  tepat di gerbang masuk Desa Bone-Bone, sekitar 300 kilometer sebelah utara Kota Makassar. Beberapa papan berisi  tentang larangan merokok dan imbauan untuk menjaga kesehatan juga menghiasi sudut-sudut desa seluas sekitar 800 hektar itu. Welly P (67), warga Dusun Buntu Billa, sudah 10 tahun terakhir tidak ada lagi warga yang merokok. Kebiasaan itu telah ditinggalkan seiring diberlakukannya larangan merokok di Desa tersebut pada tahun 2000. Meskipun awalnya banyak warga yang tidak menyetujui  kebijakan tersebut karena mengaku sulit untuk berkonsentrasi, lambat laun Welly mulai menuai manfaat berhenti merokok.

  1. Desa Ngunut,     Yogyakarta.

Memasuki salah satu desa yang terletak di pinggiran Gunungkidul sebelah barat. Tepatnya desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul saya di sambut sebuah Gapura  yang Bertuliskan Kawasan Dilarang Merokok. Namun demikian larangan itu hanya berlaku untuk tempat-tempat umum atau tempat yang menghadirkan banyak orang dimana terdapat juga orang-orang yang tidak merokok. Hak bagi para non-perokok di desa ini sangat di hormati dan di sanjungi. Namun juga masih di beri toleransi terhadap pecandu rokok yang belum bisa meninggalkan kebiasaan buruknya.

Ketika memasuki desa ini lebih baik jangan pernah mencoba untuk menyalakan rokok di tempat umum. Karena warga setempat akan menegur anda dengan keramahan yang mungkin bisa meneror inteltualitas diri anda.

  1. Desa Cikidang, Jawa Tengah

Boleh juga aparat Pemerintah Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, “membebaskan” warganya dari kebiasaan merokok. Melalui Peraturan Desa Nomor 10 Tahun 2009 tentang Ketentuan- Ketentuan yang Mengatur Ketertiban Desa, seluruh warga dilarang untuk merokok di tempat umum dan mewajibkan bagi para warga nya untuk tidak merokok pada hari Jumat. Bagi warga yang telah menjadi pecandu rokok berat dan sulit untuk di hentikan telah disediakan tempat untuk merokok, yakni Poskamling.

“Jika ternyata ada warga yang merokok di luar tempat itu, kami telah menyiapkan sanksi bagi mereka, yakni membayar denda berupa telur sebanyak rokok yang dikonsumsi,” kata Kepala Desa Cikidang, Dikrun, di Cikidang, Cilongok, Banyumas, Senin. Telur-telur itu selanjutnya diberikan kepada posyandu desa  untuk dibagikan kepada anak balita di desa itu sebagai makanan tambahan.

  1. Desa Celep, Jawa Tengah

Berbagai upaya  telah di lakukan pemerintah desa untuk menghentikan kebiasaan merokok. Misalnya di Desa Celep, Sragen, Jawa Tengah. Khusus hari Jumat, warga di desa ini dilarang untuk merokok. Larangan tersebut berdasarkan kesepakatan warga yang dituangkan dalam sebuah baliho berukuran besar yang dipasang di tengah-tengah  desa.

Informasi yang didapat dari warga setempat,  pada Kamis (7/4), agar larangan itu dapat membuat warga nya jera ,seorang satuan tugas disiagakan untuk mengontrol warga di hari itu. Seorang warga yang kedapatan merokok akan langsung dikenai denda Rp 500 oleh aparat desa. Dana itu dikumpulkan untuk uang desa dan digunakan untuk membeli fasilitas umum untuk kepentingan bersama.

Larangan merokok ini sengaja hanya diberlakukan satu hari dalam sepekan sebagai upaya awal menghentikan kebiasaan merokok. Namun, sesuai kesepakatan, di masa mendatang pemberlakuan larangan merokok akan terus ditambah hingga kebiasaan merokok di kalangan warga setempat bisa dihilangkan.

  1. Dusun Karangmulyo, Jawa Timur

Hanya seperangkat kursi dan meja usang yang mengisi ruang tamu milik Ariyono, 38 tahun, si empunya rumah warga Dusun Karangmulyo Desa Jeruk Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Taplak meja pun terlihat berlubang dan sangat tidak terurus  di sana-sini seperti bekas sundutan rokok. Kendati demikian, tidak ada lagi asbak di rumah itu yang lazimnya ada di rumah-rumah warga . Begitu pula dengan puluhan rumah lainnya di dusun yang berada di kaki Gunung Ringgit, sekitar 25 kilometer dari pusat kota. Tidak ditemukan lagi asbak dalam rumah-rumah warga“Sebagian besar rumah di dusun ini tidak menyediakan asbak di ruang tamunya,” kata Ariyono.

Hal ini berlaku sejak sebulan terakhir setelah pada 8 Desember 2010 lalu, puluhan warga setempat mendeklarasikan larangan untuk merokok di dalam rumah. Deklarasi yang dilakukan di Masjid Baitussalam itu dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Tutuk Fajriatul Musthofiah, istri Wakil Bupati Lumajang As’at Malik, Kepala Dinas Kesehatan Buntaran Supriyanto, Camat Gucialit Bakrie serta sejumlah pejabat lainnya. Dusun yang juga berjuluk Pendem itu berpenduduk sekitar 200 kepala keluarga atau 797 jiwa.

  1. Dusun Muhajirun, Lampung

 

Ketahuan Merokok,seorang  Pelajar Langsung Digunduli, jika di Jakarta dibutuhkan perda untuk melarang merokok di tempat umum, di sebuah desa di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, berbeda seperti itu. Di sana larangan merokok diberlakukan secara wajib, tapi berjalan efektif dan sudah berlangsung 33 tahun.

Rumah-rumah di kampung itu kebanyakan dibuat semipermanen. Ada yang berdinding tembok,dan ada pula yang papan. Di pekarangan setiap rumah warga terlihat bermacam pohon dan macam-macam buah-buahan. Di antaranya jeruk dan mangga. Di pintu gapura dusun terlihat tulisan  yang cukup besar: Anda Memasuki Kawasan Dilarang Merokok dan Wajib Berbusana Muslim. Kalimat tersebut, agaknya, menjadi napas bagi dusun yang berpenghuni 180 kepala keluarga (KK) itu.

  1. Desa Sidoluhur, Yogyakarta

Kawasan bebas asap rokok merupakan upaya bersama untuk memberikan pengertian dan kesadaran bagi warga masyarakat akan pentingnya menghindari bahaya asap rokok dan bukan menghalangi orang untuk merokok. Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya yang sungguh-sungguh dan terkelola dengan sebaik- baiknya.

Dusun Kunden III, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman merupakan salah satu dusun di Kabupaten Sleman yang telah mengawali pembentukan Pokja Kawasan Bebas Asap Rokok.

Pokja yang diketuai oleh Eko Raharjo ini, memiliki misi mewujudkan Dusun Kunden III Bebas Asap Rokok dengan meningkatkan persentase keluarga dan generasi muda tidak merokok.

Adapun program-program yang telah dilaksanakan pemerintah tersebut antara lain: pendataan bagi keluarga tidak merokok; pemasangan stiker keluarga  yang tidak merokok dan merokok di luar rumah; penyuluhan kesehatan tentang bahaya asap rokok; pembinaan remaja dan pendataan remaja tidak merokok; konsultasi berhenti merokok.maka desa ini menjadi desa bebas asap rokok.

  1. Desa Singosaren, Yogyakarta

 

Singosaren, merupakan gebrakan awal Muda Mudi Kuncup Mekar (MMKM) untuk berpartisipasi mewujudkan lingkungan yang sehat. Pasalnya, pada hari itu, MMKM mengajak seluruh warga di dusunnya, Dusun Sarirejo I Desa Singosaren, untuk berkomitmen dan janibahwa rumah mereka bebas asap rokok. Sebagai penandatangan deklarasi adalah Lurah Desa,

Kepala Dukuh Sarirejo I, Ketua RT 02, RT 03, dan RT 04, Ketua Pokgiat, dan Warga Masyarakat. Gebrakan ini merupakan ajakan positif bagi para perokok untuk menjadi perokok yang toleran. Tiga poin dalam deklarasi antara lain,

  • (1) tidak merokok di dalam rumah.
  • (2) tidak merokok dalam pertemuan warga,
  • (3) tidak menyediakan asbak di dalam rumah ataupun dalam pertemuan warga.

Ketentuan ini tidak hanya berlaku untuk warga setempat tetapi juga tamu yang berkunjung kesana.

Program Rumah Bebas Asap Rokok sendiri merupakan inisiasi dari MMKM bekerjasama dengan Karang Taruna Jaya Kusuma. Dalam hal ini, KT Jaya Kusuma berperan sebagai penghubung antara MMKM dengan Dinas Kesehatan Kab.Bantul dan Quit Tobacco Indonesia (QTI). Dua lembaga yang menjadi penggagas program Rumah Bebas Asap Rokok di wilayah Kab. Bantul.

Nah, itulah 10 Desa Bebas Asap Rokok Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

Sumberhttp://zona-1000.blogspot.co.id/2013/07/10-desa-bebas-asap-rokok-di-indonesia.html

 

Comments

comments

One comment

  1. kalo menurut saya, selain isinya yang bagus, saya lebih suka liat kemasan artikelnya keren banget gan, patut dicontoh..he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*