Alasan Menapa Umat Muslim Di Haramkan Untuk Merayakan Tahun Baru Masehi?

Alasan Menapa Umat Muslim Di Haramkan Untuk Merayakan Tahun Baru Masehi?

Senin(19/12) –Kali ini saya mau membahas sedikit tentang haramkah sebenarnya jika seorang muslim ikut merayakan tahun baru? Yuk langsung aja scroll kebawah ya guys..

Jadi begini, beberapa waktu lalu ada himbauan di sekolah saya mengenai larangan ntuk ikut merayakan tahun baru baik itu ikut-ikutan atau emeang sengaja mengadakan acara sendiri tapi yang jelas disekolah saya SMK Fatahillah Cileungsi melarang siswa/i nya.

Lah? Masa dilarang sih, kan Cuma merayakan apa hubungannya dengan dilarang? Iya juga sih ya kalau menurut logikanya kan kita hanya ikut merayakan tidak ada hal lain yang kita lakukan, benar? Saya juga bingung pada awalnya kok begini ya?  nah oleh karna itu saya akan sedikit menjabarkan kenapa seorang muslim tidak diperbolehkan untuk merayakan tahun baru.

 

Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru Masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.

Mengharamkan; mereka yang mengharamkan tahun baru masehi berhujjah dengan beberapa argumen diantaranya yaitu karna perayaan tahun baru adalah ibadah kaum kafir. Mengapa? Karna sejak masuknya agama nasrani ke Eropa banyak budaya paganis(keberhalaan) yang berkembang  diantaranya adalah perayaan tahun baru.

Bahkan tak jarang perayaan tahun baru menjadi satu kesatuan dengan perayaan hari natal oleh karna itu perayaan tahun baru merupakan salah satu perayaan hari besar kaum kafir dan hukumnya sendiri jelas jelas haram untuk kita kaum muslimin. Tapi itu kan tergantung niatnya apakah kita ikut merayakannya karna apa? Iya benar tapi paling tidak kita yang ikut ikutan dalam peraan tahun baru sudah menyerupai kaum itu sendiri, bisa kita ingat nih guys salah satu perkataan dari Rasul SAW yang berbunyi: “barang siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum, maka dirinya termasuk bagian dari kaum tersebut.” See?

Lalu perayaan tahun baru juga diharamkan karena biasanya nih guys tahun baru itu penuh dengan kegiatan maksiat. Ah masa sih? Lah ngga percaya, nih saya jelaskan ya sekarang saja anak-anak muda gaul merayakan tahun baru dengan apa? Pasti tidak jauh-jauh dengan kembang api, khamr, berzina, berhura-hura sepanjang malam pergantian tahun, Bergadang semalam suntuk untuk hal yang sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.

tahun_baru_masehi_2

Khamr menjadi salah satu minuman yang selalu ada ketika tahun baru kaum kafir

Oleh karena itu diharamkannya perayaan tahun baru untuk muslim merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah berbagai macam bentuk maksiat tersebut. Meskipun dalam kontennya sebenarnya tergantung pada diri kita masing-masing dan beberapa orang memang berpendapat bahwa sebenarnya perayaan tahun baru boleh boleh saja selama yang diniatkan bukan untuk ibadah seperti kaum kafir atau ikut-ikutan dalam berhura-hura maka tidak ada larangannya.

Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya. Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya. paling tidak buat kita umat Islam yang bukan orang Barat, perlu rasanya kita mengevaluasi dan berkaca diri terhadap perayaan malam tahun baru.

Biar bagaimana pun perayaan malam tahun baru tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. lalu tidak ada keuntungan apapun secara moril maupun materil untuk melakukan perayaan itu, justru malah sebagian orang hanya ikut-ikutan dan berakhir dengan membuang-buang uang mereka dengan cuma-cuma, bila perayaan ini selalu dikerjakan akan menjadi sebuah tradisi tersendir, dikhawatirkan pada suatu saat akan dianggap sebagai sebuah kewajiban, bahkan menjadi ritual agama.

Jadi semua itu nanti akan kembali kepada paradigma kita dalam memandang, apakah kita akan menjadi orang yang sangat mutasyaddid, mutadhayyiq, ketat dan terlalu waspada? Ataukah kita akan menjadi mutasahil, muwassi’, longgar dan tidak terlalu meributkan?

Kedua aliran ini akan terus ada sepanjang zaman, sebagaimana dahulu di masa shahabat kita juga mengenal dua karakter ini. Yang mutasyaddid diwakili oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dan beberapa shahabat lain, sedang yang muwassa’ diwakili oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan lainnya.

Nah.. gitu guys alasannya jadi saya sih tidak akan menghimbau untuk tidka ikut-ikutan merayakan tahun baru.. tetapi saya hanya menuntut kesadaran pada diri kita masing-masing saja mau memilih yang mana pada akhirnya.

So, sebelum tahun baruan ala-ala anak zaman sekarang ngga ada salahnya kan untuk kita tahu larangan mengapa hal ini diharamkan dan adab apa saja yang harusnya kita terapkan selama menjadi umat muslim. Hehe.. yuk saling share untuk mengingatkan sesama saudara muslim kita..

//www.fatahillah.or.id//snm18/

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*