Ngulik Korea yuuk..

Ngulik Korea yuuk..

Cileungsi (9/12)- ‘Annyeonghaseo~

Hai hai.. kali ini saya mau membahas tentang negeri gingseng yang selalu berhasil membuat saya terkagum kagum dengan budhaya dan tekchnlogi nya.

Lebih tepatnya sih saya mau membahas tentang bagaimana kecintaan masyarakatnya terhadap budhaya mereka dan dunia pendidikan disana. Selama ini banyak yang menganggap bahwa Korea Selatan hanya tentang Boyband dan Girlbandnya saja, eitss! Tunggu dulu, jangan hanya melihat garis besarnya dari sana saja, kita lihat betapa banyak sisi positive kehidupan mereka yang banyak mengispirasi.

Masih banyak masyarakat yang memandang kalau pecinta k-pop sebelah mata benar? Banyak teman saya disekolah juga seperti itu yang suka korea ya suka yang ngga suka ya ngga suka. Dunia musik kore 5 tahun terakhir memang benar benar membuktikan eksistansinya bukan hanya disekitar asia tetapi lihatlah virus k-pop yang hampir mewabah diseluruh benua, mempertahankan image remaja yang penuh energi diatas panggung dan pembawaan musik yang easy listening salah satu alasan mengapa banyak orang yang menyukai musik mereka terlepas dari ‘oppa-oppa’ kece nya ya xixixi~ tapi yang jelas kalau dari segi seni korea memang tidak diragukan lagi melihat bukan hanya musik mereka yang mewabah dimana mana tetapi juga drama drama produksi mereka yang menuai ranting tinggi bukan hanya didalam negeri tetapi juga diluar. Banyak drama Korea yang mengangkat tema saeguk atau sejarah yang dikemas dengan apik sehingga tidak terkesan monoton, sebut saja The Great Queen Seondeok dan The Great Jang-Geum atau Jewel in the Palace, hal ini membuktikan korea salah satu negara yang menjunjung tinggi kearifan budhaya mereka.

Meskipun mengangkat kisah-kisah kerajaan dimasa lalu pihak pembuat drama selalu mengusahakan sebisa mungkin untuk membuat kehidupan kerajaan mereka dimasa silam terlihat baik dihadapat penontonnya. Mereka mungkin menambahkan sesuatu yang fiksi namun tetap saja tidak terlalu menyimpang dari kisah sesungguhnya.

dong-yi-768x527

drama korea yang bertema saenguk

qsd28

Sudah tahu kan kalau korea ini dekat dengan jepang? Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakt jepang menjujung tinggi kesopanan dan tata krama begitupun dengan korea yang masih kental dengan adat adat ketimuran,masyarakat korea sendiri merupakan orang orang yang keras tentang kedisipilinan. Hal hhal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengantri ketika berada difasilitas publik mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup teratur yang wajib diacungi jempol.

seoull

kedisiplinan masyarakat Korea

imig

kesadaran untuk mengantri masyarakat Korea

Ada yang tau kenapa saya begitu kagum dengan negara yang satu ini? Selain karna budhaya dan kemajuan techologi mereka saya paling kagum dengan sistem pendidikan mereka yang bisa dibilang keras dan didipilin. Menggunakan sistem belajar yang hampir fullday setiap harinya ditambah masih harus mengikuti bimbingan belajar sana sini untuk memaksimalkan kegiatan belajar disekolah. Bayangkan saja untuk tingkat SMA pelajar baru jeluar sekitar pukul 11 malam dan masih mengikuti les dan kursus diluar setelah jam pulang. Yang perlu diacungi jempol lagi adalah masih ada juga lho pelajar yang bekerja paruh waktu ketika akhir pekan buat tambah tambah uang jajan mereka sendiri. Tidak heran kalau didrama drama korea biasanya para pelajar baru pulang ketika hari sudah gelap.

k2015050100143450

kerasnya belajar dikorea

k_hs6

pelajar dikorea sampai malam baru pulang

Jangan salah, walaupun begitu peratura sekolah disana benar benar ketat lho, oleh karna itu para orang tua yang tidak tega melihat anak anak mereka harus begitu keras dalam belajar memilih untuk mengungsikan anak-anak nya keluar negeri, salah satunya Amerika. Tapi rata rata para orang tua disana menjadikan anak-anak mereka sebagai infestasi utama belajar fullday hingga mengikuti kursus lebih dari satupun merupakan hal wajar, mereka cenderung keras pada pendidikan untuk anak anak mereka, rata rata para orang tua di Korea  menginginkan anaknya untuk memiliki kehidupan yang layak oleh karna itu para orang tua mendorong anak anaknya untuk menjadi dokter atau jaksa.

“pendidikan adalah poin yang sangat penting sebab kami menggantungkan harapan dan tanggung jawab pada pendidikan,” kata Presiden Korean Educational Development Institute (KADI) Chong Jae-lee.

Bisa dilihat sendiri sekarang Korea Selatan mendapat pujian sebagai salah satu negara yang tertinggi angka melek hurufnya.

  • Siswa umur 13 dan 14 tahun bersekolah sampai jam 5 sore.
  • Siswa umur 15 tahun bersekolah sampai jam 7 malem.
  • Siswa umur 16-18tahun bersekolah dari jam 7 pagi sampai 10 malem.

See that?? Korea terkenal dengan jiwa workaholic nomor wahid di dunia. Sampai pelajar di Korea pun juga nomor satu belajarnya! Menghafal rumus adalah salah satu trait penting di sini menuju sukses ujian nasional (Seu-nung).

Para murid SMA di Korea Selatan rata-rata punya durasi jam pelajaran dimulai dari jam 09.30 atau 10.00, sampai larut malam. Tujuannya adalah agar siswa mampu masuk ke perguruan tinggi yang baik, setelah ngelewati kompetisi yang tinggi. Ini berarti rata-rata remaja Korea nggak pulang ke rumah sampai tengah malam, dan makan siang sampai makan malam-pun sampai disajiin di sekolah. Nggak jarang di drama-drama Korea yang bersetting sekolah, tokoh-tokohnya pake seragam sekolah terus dari pagi sampai malem.

Di Korea, ada pepatah “Guru setinggi Tuhan”. Kamu nggak bisa memandang status guru dari skala gaji mereka, tapi guru memegang posisi sosial yang berharga dan tinggi di masyarakat.

Tiap ruang kelas dilengkapi sama komputer yang terhubung ke salah satu sistem proyektor overhead atau layar datar LCD. Nggak cuma itu, seragam sekolah di Korea yang biasanya diiklanin sama artis-artis Kpop juga harganya mahal bangeet.

pendidikan-di-korea-selatan

fasilitas sekolah di Korea

kop4

gedung sekolah yang luas

Hebat ya..

Ah iya satu lagi yang saya ingin bagi tentang masyarak muslim dikorea dan mereka reaksi masyarakat tentang ilsam disana, Di negeri gingseng, diantara 50 juta penduduknya, terdapat komunitas Muslim. Berdasarkan sensus 2005 jumlah populasi Muslim di Korea Selatan mencapai 145.000-160.000 orang. Diperkirakan 50.000 diantaranya adalah penduduk asli Korea, sedangkan sisanya merupakan pendatang dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan negara-negara di Timur Tengah (Lensa Indonesia Sore di RTV, Juni 2015).

muslim-korea-1

muslim di Korea

Agama Islam masuk ke dataran Korea saat dinasti Silla masih jaya-jayanya. Akan tetapi, perkembangan Islam stagnan saat dinasti Joseon berkuasa. Warga asli Korsel memeluk Islam lewat jalinan pernikahan dan ada pula karena terpesona dengan gerakan sholat. Muallaf di Korsel yang kebanyakan adalah generasi muda, dalam menerapkan ajaran Islam mereka menghadapi aneka tantangan. Godaan rekan kerja, penolakan keluarga, sulitnya mencari sekolah berbasis islam hingga masalah makanan Halal.

Kebanyakan setelah usia 8 tahun, keluarga Muslim di Korsel mendidik anak anaknya berbasis homeschooling. Kala mereka beranjak dewasa, mereka kuliah untuk memperdalam ilmu agama ke Timur tengah, bukan ke Barat.  Bagaimana dengan makanan halal? Tenang saja, soal itu disediakan oleh kedai/restoran khas Turki dan Maroko. Juragannya muslim asli Korea, namun chefnya didatangkan langsung dari Turki. Salah satu menu favorit disana “hot Turkey steak” dan “chicken germech Kebab”.

Di Seoul terdapat masjid bernama Seoul Central Mosque, luasnya mencapai 5.000 meter persegi dan mampu menampung 800 jamaah lebih. Masjid ini didirikan pada 21 Mei 1976. Disebut sebut inilah masjid pertama di Korsel. Pendirinya, merupakan komunitas Muslim setempat yang bermukim di Distrik Yongsan. Selain untuk salat, masjidnya juga berfungsi untuk pengajaran agama Islam. Salah satunya, terdapat Prince Sultan Islam School yang mengajarkan kajian Al Quran, hadis Nabi serta ilmu fiqih. Terdapat pula, Islamic Culture Research Institute yang jadi wadah tempat berkumpul umat Muslim se-Korea Selatan (Detik travel, Juni 2015).

“Hari-hari ini, Korea tidak mendiskriminasi saya atas keyakinan saya menjadi seorang Muslim,” ujar Muhammad mengatakan ke Korea Herald

“Setiap tahun, telah terjadi dialog antara beberapa agama di sini. Kami membahas cara-cara untuk hidup berdampingan dan bekerja sama satu sama lain,” jelas Imam Lee Ju-hwa dari Masjid Central Seoul.

keren ya negeri gingseng ini? selain tekhnologi dan budhayanya yang mengesankan sistem pendidikan mereka juga tidak main main terlebih keramah tamahan masyarakatnya terhadap minoritar mulim disana.

Comments

comments

One comment

  1. cita cita cita citata

    jadi semakin banyak jam sekolah pelajar semakin maju siswa tsb???,,, hal itu justru membuat siswa jenuh, bayangkan 15 jam sehari di sekolah, masih ditambah kursus2, itu bukan manusia namanya, itu kerja rodi, menguras fisik dan mental,, manusia normal hanya sanggup menerima materi pelajaran maksimal 6 jam pertama, jam selanjutnya makin menurun, jd 9 jam sisanya adalah sia2, materi yg diberikan akan dibuang secara percuma,, kalo anda tau sebenarnya kondisi masyarakat korea tidak seperti yg anda agung2kan di sini, orang2nya tidak sepintar yg anda bayangkan, negara finlandia, denmark dan jepang yg pendidikannya sangat maju saja tidak segila korsel dgn 15 jam pelajarannya itu,,, malah jika diterapkan selain membuat siswa stress, mereka kurang interaksi dgn lingkungannya akibat sehari2 hanya ngurusi pelajaran sekolah, siswa kedepannya bisa jd kuper, egois, penyendiri, bisa mencetak generasi psychopath tuh,,, dan lucunya fatahillah bilang hal itu adalah keunggulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*