Puisi Untuk kita

Puisi Untuk kita

Sabtu(17/12) – Hai hai~ apa kabarnya buat hari ini? Baik pastinya. Nah hari ini saya mau membagikan larik-larik  indah puisi hasil kreatifitas pemenang lomba Class meeting hari ini.. Berikut saya  akan sajikan beberapa puisi terbaik hasil kreatifitas mereka. Yuk langsung aja scroll kebawah~

 

“SESAK UJIAN NEGARA”

Oleh: Anisa Rolis Oktavia

Senin sampai Sabtu itu ujian sekolah

Satu hari empat jadwal.

Dari IPA hingga Matematika, kupantang menyerah

Lima essay salah semua. Oh Tuhan aku salah apa..

Memang salahku,

Ketika guru menerangkan pelajaran

Tak jarang pula aku ketiduran

Saat soal Ujian mengobrak-abrik pikiran

Aku kepusingan layaknya orang kesurupan..

Bila tak bisa mengerjakan soal yang ada dihadapan mata

Maka menyontek dan pasrah adalah jalan satu-satunya.

Karena dalam pendidikan Indonesia

Hasil lebih dihargai dibandingkan kejujuran.

Ujian sekolah telah usai,

Maka terbitlah Ujian Negara

Kenapa sih harus ada Ujian Negara?

Yang katanya lebih sulit daripada Ujian biasa?

Dalam Ujian Negara, tak ada yang namanya remedial

Jika gagal bisa menjadi fatal

Tuhan..

Padahal bukan hanya pendidikan yang aku hadapi..

Masalah orang tua juga kadang aku ketahui

Tapi apa daya pendidikan seperti inilah adanya

Dan sebagai seorang siswa aku harus melewatinya.

*) duuh karya benar benar menyentil ya guys hehehe, mentang mentang yang lagi nge galauin Ujian semangat terus deh ya buat kakak-kakak yang mau Ujian semoga puisi diatas bisa sedikit memotivasi dan pastinya untuk dunia pendidikan Indonesia.. semoga lebih baik lagi benar banget tuh yang namanya hasil terkadang memang lebih dihargai ketimbang kujujuran, miris namun inilah adanya.. salut buat yang peka  akan hal ini semoga dunia pendidikan bisa lebih baik lagi.

 

 

“PAPA”

Oleh: Nisfi Rachmayuni

Pa..

Bukti Tuhan di depan mataku..

Kau pergi di pelataran waktumu..

Pergi dengan senyum terlukis indah dalam benakku.

Pergi dalam lapang di kerinduan hatiku..

Pa..

Aku gadismu, gadis yang kau harap dengan berjuta do’a

Dan, kau.. kau pria yang yang hidup dalam jiwa..

Kini hanya gambaran dirimu yang terlihat dalam cerminanku

Pa..

Aku rindukan dirimu dalam setiap sujudku..

Pa.. aku rindukan dirimu dalam setiap do’aku..

Papa.. aku rindukan dirimu dalam setiap waktuku..

Matamu.. matamu ada dalam mataku..

Bibirmu.. bibirmu ada dalam bibirku..

Jiwamu.. jiwamu hidup dalam jiwaku..

Karna aku, aku adalah do’amu..

Dalam hening malam,

Dalam hembusan angin..

Aku selalu merindumu..

Papa..

Bergetar bibirku

Menyebut namamu.

*) guys gimana mnurut kalian? Ada yang tersentuh dengan larik puisi PAPA karya kak Nisfi diatas? Memang ya segala sesuatu yang sudah menyangkut orang tua memang sangat sensitiv bagi siapapun dan kak Nisfi menghadirkannya, men gapresiasikannya dalam bentuk puisi indah diatas.. yuuk sama-sama peluk papa,ayah,bapak,papi,babeh,pae,pipi atau dady nya sambil bilang~

‘Papa.. aku rindu papa,aku sayang papa.. love you pa. ‘

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*