DUNIA ISLAM

Kepergian Pendiri Yayasan Fatahillah

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انا لله وانا اليه راجعون) Ustadz Aep Hidayat, S.Pd., M.Pd.i. Salah seorang pendiri Yayasan Fatahillah CIleungsi telah wafat pada hari 
Kamis 11 April 2019 pukul 13.00.

Itulah sepenggal Kalimat yang sering kita dengar ketika saudara kita mengalami musibah khususnya ketika kita mendengar seseorang kembali kepadan penciptanya

Hal ini berdasarkan

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعونَ ﴿١٥٦﴾

Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al Baqoroh : 155 – 156)

Juga sabda Rasulullah saw,”Hendaklah kalian mengucapkan istirja’ terhadap segala sesuatu bahkan terhadap tali sandal yang putus karena ini termasuk juga musibah.” (HR. al Bazzar)

Jadi ucapan istirja’ (Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un) ini adalah diucapkan terhadap segala musibah yang menimpa seseorang termasuk didalamnya adalah musibah kematian baik yang meninggal itu adalah seorang muslim ataupun non muslim.

Untuk itu marilah kita berdoa bersama

DOA KHUSUS BAGI Ustadz Aep Hidayat

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلبَْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْل خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًاخَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذّابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَاوَمَيِّتِنَاوَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَاوَصَغِيْرِنَاوَكَبِيْرِنَاوَذَكَرِنَاوَاُنْثاَنَا.اَللَّهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّافَأَحْيِهِ عَلَى اْلِسْلمَ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ لتََحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلتَُضِلَّنَابَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. “

Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan ampunilah doa kesalahannya, hormatilah kedatangannya dan luaskanlah tempat tinggalkannya, bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantikanlah baginya pasangan yang lebih baik daripada pasangannya yang dahulu dan masukanlah dia ke syurga dan peliharalah ia dari siksa kubur, dan azab api neraka. Ya Allah, ampunilah orang-orang hidup dati kami ataupun yang sudah mati, orang-orang hadir dan tidak hadir dari kami, orang-orang muda dan tua kami, orang-orang lelaki dan perempuan kami.Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah di atas Islam dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikanlah di atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau sesatkan kami sesudahna dengan rahmatMu wahai Dzat yang paling balas kasihan. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”Hal ini sama dengan arti kata islam slam (Arab: al-islām, الإسلام “berserah diri kepada Tuhan”).

Comments

comments

Comment here